Selasa, 03 Januari 2012

Tirai Kebahagiaan


Suasana desa mrecah sedikit memanas oleh politik, banyak yang memutuskan tali persaudaraan hanya karena berbeda politik. Ditengah-tengah suasana ini, ada seorang pemuda yang mengalami suasana panas hatinya, karena menyimpan keinginan menikah, yang masih tertunda. Di siang ini, saat waktu senggang pemuda hitam manis, hidung mancung dan berewok, mengutarakan maksud hatinya, ingin segera menikah dalam waktu dekat ini, di depan  ayahnya yang kepalanya hampir penuh uban.

”sudah siapkah engkau menikah di tengah2  kesibukannmu mengurus MTs yang telah kau rintis 2 tahun ini dan juga kuliahmu yang masih semester 3 ini Di?”Adi kakakku. Nomer 4 dari saudara tertua

“iya ayah, aku sudah siap saya tidak mau menunggu terlalu lama lagi. Sudah 4 ½  tahun kami ditunangkan. Saya hawatir kalau kelamaan pada akhirnya gagal juga. Apalagi akhir-akhir ini sering hadir cobaan yang hampir merusak pertunangan kami. Lebih cepat lebih baik”

“ya sudah kalau sudah mantap, nanti saya akan membicarakan ini ke keluarga tunanganmu di jombang
“terima kasih ayah”

Beberapa hari kemudian, dua pria calon besan berdiskusi. Ayah dan calon besannya

“ anak kita  4 ½  tahun kita tunangkan, semenjak Adi baru menghafalkan alqur’an, Ifa saat itu masih kelas 3 MA. 3 tahun Adi  menghatamkan tahfidznya, kemudian dia kuliah, kini  masih semester 3. Alangkah baiknya kita segera menikahkan mereka  berdua, apalagi Ifa sekarang  sudah selesai kuliahnya” ayahku mengusulkan, Seraya melempar senyum

“ ehem.. maafkan saya sebelumnya, bukan berarti saya menolak . justru saya sangat senang. Akan tetapi…”

“tapi  apa…?”

“Ifa memang selesai kuliahnya jurusan bidan, tapi sekarang masih peraktek di rumah sakit, apakah tidak lebih baik setelah selesai prakteknya.  Menurut peraturan pemerintah saja dia belum punya izin praktek di rumah sendiri sebelum praktek di rumah sakit 2 tahun  terlebih dahulu. Apalagi kita telah sepakat kalau Ifa akan di bawa ke Madura bersama suaminya untuk berjuang di sana ”

“ooo.. tidak apa-apa kiranya belum diperkenannakan, akan tetapi anak saya sudah ingin sekali segera dinikahkan. Anak saya  Tidak enak sama orang2, sudah pada dengar  semua atas pertunangan ini, malu kalau pada akhirnya gagal “
“ya sudah kalau memang demikian , kami sebagai keluarga prempuan ikut saja, tapi kalau bisa jangan terlalu cepat, kami ingin belum punya biaya dalam waktu dekat ini. Sebenarnya kami  sejak dulu merencanakan pernikahan anak gadis kami akan kami nikahkahkan dengan semeriah mungkin”
Akhirnya sepakatlah acara pernikahan akan segera dilaksanakan setengah tahun lagi.

******
Hari berganti mingu, minggu berganti bulan. Sehingga sampailah pada bulan yang ditunggu-tunggu yakni bulan april 2007. Bulan ini merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh kedua sejoli ini. Seorang pemuda Brewok yang hafal Al-Quran dengan seorang gadis cantik calon bidan. Di Bulan inilah mereka hendak melaksanakan pernikahan mereka yang sudah lama bertunangan. Mereka bertunangan sudah 5 tahun lamanya, selama dalam kurun waktu yang lama ini, mereka disibukkan dengan aktifitas masing-masing. Jadi mereka tidak ada kesempatan untuk bertemu kecuali di hari-hari besar, seperti hari raya. Dalam 1 tahun mereka hanya bertemu2-3 kali

Bayangan keindahan telah lama hinggap di alam semesta pikiran mereka. sebelumnya telah berulang kali rencana pernikahan mereka tertunda. Konon gadis  ini anak pungut, awalnya ibu angkatnya menolak mengasuhnya, karena pada dasarnya hanya ayah angkatnya lah yang berinisiatip memungut keponkannya sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, gadis ini tumbuh semakin cantik laksana bunga mawar yang telah merekah. Akhirnya gadis ini mendapatkan kasih sayang layaknya anaknya sendiri dari ibu angkatnya. Keindahan mawar yang merona, dan semerbak wangi yang terbawa oleh semilir angin, sampai ke telinga dan hidung sepupu ibu angkatnya. Ia menginginkan sang gadis dijodohkan dengan anaknya yang sedang menghafalkan alquran, tawaran itu diterima dengan lapang dada.

Semenjak pertunangan itu, ibu angkat si gadis telah merencanakan memeriahkan pernikahannya kelak. Kini rencana itu telah berada di ambang pintu. Ribuan undangan yang telah selesai dicetak tinggal di sebarkan. Biaya untuk acara telah terkumpul, bayangan indah menguasai semesta alam pikiran. Namun manusia hanya bisa berencana, selebihnya allah yang menentukan takdirnya.

Kemeriahan yang telah direncanakan dengan matang terhadang musibah yang tak disangka. Ayah si gadis tiba-tiba mengalami sakit. Keluarganya kalang kabut dengan adanya musibah ini. Apalagi penyakitnya semakin hari semakin merongrong kesehatannya, seakan sudah tak ada harapan untuk hidup. Padahal pernikahan itu tinggal beberapa minggu lagi.Semangat yang menggelora kian meredup, rencana yang dirajut dengan rapi terurai begitu saja .

*******
“apa, ayah meninggal?” mas Adi kaget, mendegar penjelasan mbak Ifa lewat telpon seluler.  

Tepat Saat hari H-1 minggu malaikat maut menjemput ajal ayah angkat calon mertua mas Adi, kontan ini membuat kedua belah keluarga berduka. Sungguh teragis memang.

 Menurut kebiasaa orang jawa, bila terjadi seperti seperti ini maka pernikahan harus ditunda 1-2 tahun lagi. Namun perlayaran di lautan cinta mereka di atas kapal  pertunangan telah cukup lama mereka rasakan, apalagi pulau rumah tangga sudah tampak di pelupuk mata. sulit rasanya untuk bersabar lagi hanya karena badai musibah yang menerpa.
Keluarga ke 2 sejoli pun tak tega untuk menunda pernikahan mereka untuk ke sekian kalinya. Hembusan angin saling pengertian membuahkan kesepakatan untuk menikahkan mereka berdua di hari  pencabutan ajal sang ayah angkat oleh malaikat izroil. Yah, tepat hari berduka ini, akan dilaksanakan pula pernikahan dibalut dengan air mata nestapa.
Di depan jasad calon ayah mertua mas adi yang sudah tak bernyawa itu, mereka dinikahkan. Kain tebal haru menyelimuti Susana siang ini. Tanpa tawa gembira yang menemani pernikahan, melainkan kebisingan isak tangis para hadirin hadirat. Pandang setiap pasang mata yang ada, digenangi bening air mata, yang terus mengalir ke pipi masing-masing.

Tak ada ucapan selamat dari mereka, hanya pesan untuk tetap bersabar yang mereka berdua terima. Bukan irama shalawat badar yang  yang menggema seusai ijab qabul, melainkan kalimat tahlil yang membuat bulu kuduk berdiri bersamaan dengan jasad ayah angkat mbak ifa di dalam keranda yang sedang di bawa ke permakaman. Bukan ucapan “selamat menempuh hidup baru yang di ucapkan sanak family. Melainkan ucapan bela sungkawa “yang sabar ya, kami ikut berduka”. Bukan hingar bingar kebahagiaan yang menyanding melainkan kesunyian yang menyelimuti. Dramatis memang.

Acara yang direncanakan dimeriahkan secaara besar-besaran dalam 1 hari allah menakdirkan 7 hari berturut-turut ramai dengan bacaan tahlil dan yasin. Para undangan yang hendak hadir ke acara walimatul ‘arusy berubah menjadi acara  kirim doa ke almarhum . namun tahukah kawan kedua pasutri ini tampak sabar menerimanya . sungguh jarang ada orang yang seperti mereka . benarlah sudah bahwa allah tidak akan member cobaan yang tidak bisa di emban oleh hambanya
Waktu terus berjalan sampai beberapa bulan kemudian bahkan sampai punya anak  satu , namun keadaan mereka , hubungan mereka masih diuji oleh yang maha kuasa. Mereka belum bisa menikmati kebersamaan selayaknya suami istri yang baru, alias kemanten baru. Karena sang suami masih kerap harus meninggalkan istrinya di jombang demi kuliahnya  yang belum selesai di Madura , serta demi Mts yang dirintisnya. namun sang istri tetap rela dan ikhlas menjalaninya sungguh pasangan yang ideal, romantic dan saling pengertian . mereka menghadapi hidup ini dengan senyuman
Setelah  2 tahun dari pernikahan barulah mereka bisa hidup tentram, tentram ,damai, tentunya sangat bahagia kawan tanpa berpisah lagi. Kini kedua inan yang saling  mencintai ini telah berhasil memproduksi 2 jagoan mereka . kedua jagoan inilah yng kelak diharpakn menjadi seorang yang tangguh

by; khoiron mahmud

Jumat, 23 Desember 2011

Link Al Qur'an Kudus

Artikel ini melengkapi artikel kami sebelumnya Al Qur'an Kudus di HP...? , karena ada rekan yang kesulitan akses di link sebelumnya. Hal ini kemungkinan disebabkan karena ukuran file yang terlalu besar, sehingga jika akses internetnya lambat atau terbatas akan menjadi masalah saat proses download, atau bisa juga karena kesulitan men-un-kompress file yang memang masih dalam bentuk ekstensi file RAR, sehingga harus di-un-kompress terlebih dahulu menggunakan program WINRAR.

Satu file JPG (file image/gambar) terdiri dari 2 halaman. Sebagai contoh file QKT0104 yang artinya QKT=Qur'an Kudus Terjemahan, 01=artinya Juz 01, 04=halaman 4 dan halaman berikutnya/halaman 5.

Berikut akan kami berikan link-link per Juz :
JUZ01 - JUZ02 - JUZ03JUZ04JUZ05JUZ06JUZ07JUZ08JUZ09JUZ10
JUZ11JUZ12 - JUZ13JUZ14JUZ15JUZ16JUZ17JUZ18JUZ19JUZ20
JUZ21JUZ22 - JUZ23JUZ24JUZ25JUZ26JUZ27JUZ28JUZ29JUZ30

Langkah-langkahnya :
  1. Klik salah satu link diatas sesuai juz yang diinginkan (contoh JUZ01).
  2. Setelah terbuka, klik file yang ingin di ambil (contoh QKT0101.JPG)
  3. Setelah file terbuka, klik Unduh Sekarang / Download.
Jika mengalami kesulitan, silahkan isikan komenter anda.
Semoga bermanfaat....



Kamis, 22 Desember 2011

Al Qur'an Kudus di HP...?

Suara SYEICH MISYAARI AR RASYID murottal Surah Ali Imron terdengar dari HPku, "Cak Mat Pradah" terlihat di layar hp, ada panggilan masuk dari sahabat karibku ini, aku angkat
"assalammu'alaikum...." dari ujung sana suara khas cak mat yg santun dan penuh persahabatan menyapaku,
"wa'alaikum salam..." jawabku dengan penuh semangat...
“Cak apa punya Qur’an Kudus atau Mushaf Ustmani di HP yang berupa gambar?” cak mat bertanya padaku.,
“InsyaAllah ada cak, buat apa?” jawabku

Kemudian cak mat menyampaikan keinginannya untuk men-copy (memasukkan) gambar mushaf kudus itu dalam HP, aku pun menyanggupinya untuk membantunya.

“Ya udah cak kalau begitu kulo mriko (saya kesana)…Wassalammu’alaikum” ujar cak mat mengakhiri telpon… “
"Nggeh Monggo cak (iya cak silahkan)” jawabku sambil menutup pembicaraan dengan cak mat.

**********----*********

Tak lama berselang 1 jam kemudian terdengar salam cak mat masuk kamar pondok kami di Lembaga Tahfidz Al Qur’an (LTQ) Masjid Baiturrozaq CitraLand Surabaya.

“Assalammu’alaikum…” salam cak mat sambil menyodorkan tanggannya untuk menyalamiku,
“Wa’alaikumsalam….” Jawabku sambil menyambut uluran salam darinya.

Obrolan pun berlangsung santai menanyakan kabar masing-masing yang sudah tidak bertemu satu minggu ini, kemudian aku menunjukan dalam laptop Qur’an Kudus yang aku janjikan padanya. Dan dia begitu antusias.

Setelah proses copy kedalam HP cak mat selesai aku lakukan, cak mat mencoba membukanya via HP, dengan wajah sumringgah dan berucap
“Alahamdulillah…. Sae cak sep-sep…., jenengan scan piyambek nik cak…”,
“Nggeh Cak….” Jawabku dengan senyum senang melihat sobatku ini tersenyum bahagia.

 Mushaf Kudus sering disebut juga mushaf pojok, dimana setiap halaman pasti habis ayatnya atau tidak berlanjut dihalaman berikutnya. Mushaf kudus biasanya digunakan bagi para penghafal Al Qur’an di Indonesia khususnya ditanah jawa.

“Kudus” diambil dari penerbit / pencetak al Qur’an “Menara Kudus” Jawa Tengah. Mushaf Kudus identik dengan Mushaf Ustmani dalam penataan ayat-ayat Al Qur’an di tiap halamannya, hanya perbedaan dari jenis font/huruf arabnya dan juga letak ayat ditiap baris dalam 1 halaman.

Dalam Mushaf Qur’an Kudus atau Ustmani 1 juz terdiri dari 10 lembar atau 20 halaman, 1 halaman biasanya disebut 1 kaca. Istilah “kaca” aku mengasumsikan bahwa hafalan 1 halaman ibarat 1 kaca yang senantiasa kita lihat sehingga ayat-ayat Al Qur’an dalam halaman itu terpantul dalam hati sanubari dan jiwa kita, yang membentuk insan-insan Qur’ani InsyaAllah…

1 tahun lalu saya mencoba search di internet via mbah google.com, belum ada scan/gambar qur’an kudus dalam model gambar digital atau biasa disebut JPG.

Alhamdulillah dengan ijin Allah Qur’an Kudus Terjemahan yang diterbitkan oleh Menara Kudus dalam dua jilid yaitu Jilid I yang berisi Juz 1 s/d 15 dan Jilid II yang berisi Juz 16 s/d 30 selesai aku scan dan Upload di Internet.

Dengan kemajuan teknologi HP saat ini, gambar-gambar Qur’an Kudus yang ada di HP tersebut terlihat jelas dan bisa kita gunakan untuk muroja’ah (mengulang hafalan) tanpa terkendala baik sedang membawa mushaf atau tidak.

Bagi rekan-rekan yang berminat bisa mendownload link di blog saya di alamat berikut ini :
Qur'an Kudus Jilid 1 Juz 1 s.d 15
Qur'an Kudus Jilid 2 Juz 16 s.d 30

Atau bisa datang ke Kantor FSHS atau LTQ di
Masjid Baiturrozaq CitraLand Surabaya
Jl. Pintu Gerbang Utara CitraRaya, Lontar, Sambikerep, Surabaya

InsyaAllah akan kami copy-kan gratis……
Semoga bermanfaat ….. amin yaa Robbal alamin…..

Rabu, 21 Desember 2011

Jodoh dalam Bingkai Al-Quran

Burung-burung menyanyikan siulannya, bersahut sahutan satu dengan yang lain. Lembayung senja kekuning-kuningan diufuk timur. Sebentar lagi matahari menampakkan paras indahnya dipetontonkan ke alam semesta. Arif telah menyiapkan becaknya untuk mengais riski pagi ini. Dia Jauh-jauh dari jawa tengah ke Surabaya hanya demi menyambung hidupnya. Setiap akan akan berangkat bekerja,dia selalu mengedarkan pandangan pada para santri tahfidzul quran yang setiap hari merupakan jalan utamanya karena tempat kosnya bersebelahan dengan pondok ini. Diam-diam dia ingin menghafalkan al-Qur’an, keinginan itu makin hari kian menguasai beranda hatinya, pada akhirnya diapun mengutarakan keinginannya sama pengasuh pon-pes tahfizdul Qur'an
“iya tidak apa-apa, kamu saya terima di pesantren in. Siang hari kamu boleh mencari nafkah, sore harinya menghafalkan alquran di sini, dan pagi hari menyetorkan hafalan” jawab sang pengasuh setelah mendengar penuturan Arif.
Semenjak itulah Arif , selalu mengantongi mushaf Al-Quran saat bekerja. Sambil menunggu penumpang mulutnya sering nampak komat-kamit, menghafalkan ayat-demi ayat alquran. Setiap pagi dia setorkan hafalannya di hadapan kyai. Menghafalkan Al-Quran bagi Arif bukan suatu hal yang mudah, butuh perjuangan mati-matian untuk memperolehnya. Apalagi kalau siang hari bekerja yang menggunakan otot, sebagai tukang becak. Namun semangatnya jauh lebih besar dari pada batu rintangan yang menghadang. Kemauan yang keras dapat meluluhkan kerasanya batu rintangan ini. Bukan sekali 2 kali dia hampir putus asa, namun hidayah Allah yang menguatkan tekadnya. Sesuai pesan kyainya, Arif tak pernah batal dari wudhu’. Setiap batal dia ambil wudhu’ lagi, begitu seterusnya

Waktu terus berputar, hari demi hari terlewati.. Minggu berganti bulan, Bulan menjelma menjadi tahun. Namun semua itu tak terasa oleh Arif. warna hari sudah tidak dikenalnya. yang membaluti pikirannya hanyalah bagaimana caranya bisa cepat hafal Al-Quran 30 juz. Hari yang diingatnya hanya jumat saja, karena ada shalat jum’at yang membedakan dengan aktifitas hari-hari yang lain, selain itu Setor hafalan libur. ia menyempatkan hari jumat bekerja seharian dan menyempatkan ziaroh ke makam Sunan Ampel.
*******
3 tahun telah berlalu, hafalan Arif dengan izin Allah tsempurna 30 juz. Baginya Ini merupakan kebahagian yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. ingin rasanya ia kabarkan berita ini ke ayah ibunya. Tapi mereka telah tiada. Di sisi lain ada suatu hal yang menjadi beban dalam hatinya. Ia terpaut dengan salah satu familinya sang kiyai. Awalnya dia takut mengungkapkannya sama kyai. gelembung rasa yang menguasai perasaannya berhasil menyemangati tekadnya. di waktu yang tenang dengan tegas ia utarakan perasaan hatinya sang kiyai
“maaf kyai sebelumnya. Alhamdulillah seperti yang kyai ketahui , hafalan Al-Qur’an saya sudah hatam. Saya sekarang kalau boleh jujur, ingin sekali menikahi jamilah, family kyai. Sudah lama saya mencintainya, namun bukan berarti, selama ini saya menghafalkan Al-Quran karena dia. Saya terpaut padanya saat detik-detik hafalannku hampir selesai. Maaf kyai bila lancang, tapi inilah isi hati saya” ucap Arif terbata-bata seraya menundukkan pandangannya. Suasana menjadi hening, jauh dilubuk hati sang kyai. Beliau sangat mengagumi dan menyayangi santri yang satu ini. seraya menunduk Arif menunggu jawaban yang memuaskan
“tidak, saya tidak setuju”jawab singkat kyai.
Sepotan rasa kecewa membaluti hati Arif, raut muka pucat pasi. Dia tidak menyangka kyainya tidak menyetujui karena tidak menerimanya karena dia orang miskin.
Keseokan harinya Arif kembali lagi mengutarakan keinginannya namun lagi-lagi tidak disetujui. Kerap Arif datang kembali berharap disetujui namun hasilnya tetap nihil. Setelah sebulan tiba-tiba arif lenyap entah kemana, becaknya pun juga tidak ada. Tidak satupun santri yang tahu kemana perginya arif. Terang saja kiyainya merasa bersalah. Para santri pun bingung tak ada yang tahu sebelum tetangga pondok pesantren berkata
“saya lihat Arif sebelum subuh menjual becaknya, dia sendiri katanya mau pulang” terang pria tua yang tiada lain teman arif sesama tukang becak pada salah satu santri. Semangat santri tanpanya menguap dan hilang entah kemana. karena Dialah yang paling semangat dan istiqomah selama ini, meskipun sambil bekerja
*******
3 bulan telah berlalu, kabar Arif makin lenyap bak ditelan bumi. Hingga suatu sore saat matahari mau pulang ke peraduannya, muncul sosok pemuda bergandengan tangan dengan prempuan muda yang cantik. wajah Pemuda itu tidak asing bagi kaum santri, namun sedikit lebih cerah. Tiada lain pemuda ini Arif tukang becak yang dulu. Sedangkan prempuan cantik di sampingnya istri tercintanya. Kedatangan Arif disambut ria oleh para santri. Kemudian mereka berdua sowan ke kyai
“maaf kyai, 3 bulan yang lalu saya pulang tanpa pamit. Saat itu Saya sangat ingin menikah dengan jamilah, tapi kyai tidak setuju. Makanya saya pulang untuk menyempurnakan separuh imanku. Kebetulan ada tetangga yang ingin punya menantu, saat aku melamar Alhamdulillah diterima dengan baik meskipun saya tidak punya apa-apa, karena sejak kecil saya sudah yatim piatu. Tapi keluarga istriku menerima saya dengan alasan karena saya hafal Al-Quran ” terang Arif di ndalem sama kyai
“oh ya tidak apa-apa, sebenarnya sayalah yang minta maaf. Sebenarnya saya menyetujui tapi saya masih eman sama kamu, saya masih ingin kamu masih disini”timpal kyainya dengan nada rendah
“tidak apa-apa kyai, mungkin jodoh saya memang tetangga saya sendiri bukan di sini”Arif berdesis seraya melirik istri tercintanya. Istrinya mencubit sikutnya seraya tersenyum.
oh Arif namamu selalu kami kenang. Semenjak itulah Arif hidup berkeluarga di jawa tengah, namun masih sering silatur rohim ke Surabaya

09-07-2011
By:khoiron Mahmud

diposkan dari blog pribadi saya yang beralamat :
http://batman-catwomanmrecah.blogspot.com/2011/08/jodoh-dalam-bingkai-al-quran.html

Selasa, 18 Oktober 2011

MENJADIKAN AL QUR'AN CAHAYA KEHIDUPAN


Al-Quran tidak cukup dibaca saja. Sekalipun membaca saja memperoleh pahala, dihitung setiap hurufnya. al-Quran akan menjadi penggugat kita di hadapan Allah SWT (hujjatu ‘alaina) manakala tidak diamalkan isinya. Membaca al-Quran harus dibarengi dengan memahami maknanya dan mengamalkannya dalam segala aspek kehidupan. Agar lahir kehidupan pribadi yang berkualitas secara lahir dan batin, keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, masyarakat yang diberkahi, negara yang aman, beberapa negara yang makmur, penuh ampunan Tuhan.

Namun realitasnya kini, umat Islam tidak mensyukuri nikmat al-Quran. Kitab suci ini belum dijadikan resep untuk mengelola kerumitan kehidupan, tetapi sekedar dijadikan mantra, sehingga tidak berefek apa pun pada perubahan pola pikir, sudut pandang, orientasi dan perilaku kehidupan dalam skala individu, keluarga, bangsa dan negara.

Yang lebih ironis, sebagian umat Islam memandang al-Quran diturunkan untuk orang yang telah mati. Ketika hidup firman Allah SWT tersebut disimpan rapat-rapat di almari. Baru ketika meninggal, minta dibacakan orang lain. Sikap tersebut menggambarkan bahwa al-Quran hanya dijadikan mantra yang bernuansa mistik, tidak dijadikan resep dalam mengelola pasang surut (fluktuasi) kehidupan di dunia ini.

Perlakuan kita terhadap al-Quran ini, mungkin menyebabkan krisis multidimensional yang bersifat mikro (‘azamat shughra) dan krisis global (‘azamat kubra).

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta\". Berkatalah ia: \"Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?\" (QS. Thaha (20) : 124).

Maksud kehidupan yang sempit, adalah kehidupan yang didera/dibelit dengan berbagai persoalan dan tidak menemukan jalan keluarnya. Atau kehidupan yang serba cukup, dengan tersedianya makanan, pakaian dan tempat tinggal. Tetapi semua yang dimilikinya itu justru membuat lubang kehancurannya (istidraj). Sehingga dia tidak bisa memaknai dan menikmatinya. Adapula yang berpendapat, disempitkan liang lahatnya. Ketika meninggal, tempat peristirahatannya yang terakhir menolaknya, sekalipun sebelumnya lubang kuburnya telah diukur melebihi jasadnya.

Kiat Sukses Berinteraksi dengan Al-Quran


Untuk mengembalikan kita pada pola interaksi yang benar terhadap al-Quran, sehingga al-Quran kembali menjadi sumber kekuatan kita untuk membangun peradaban (iman dan islam), kiat-kiat berikut ini sangat perlu diwujudkan.

Pertama: Tilawah wa Tartil (selalu membaca dengan benar)


Beberapa hal yang perlu diperhatikan secara lebih serius antara lain

• Dengan membaca al-Quran secara berkesinambungan akan menambah iman kepada Allah SWT

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman [sempurna ] ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.\" (QS. Al Anfal (8) : 2).

• Mendatangkan petunjuk, menjadi obat berbagai penyakit di dalam dada, serta rahmat dan nasihat

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.\" (QS. Yunus (10) : 57).

• Membaca secara tekun menambah kebaikan yang banyak, baik dalam keadaan miskin ataupun kaya

"Dan Ini (Al-Quran) adalah Kitab yang telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya\" (QS. Al Anam (6) : 92)

• Membaca secara tartil akan mendatangkan perkataan yang berbobot, melepaskan manusia dari belenggu kesesatan, mencerahkan pikiran dan hati yang kalut serta merasakan kegembiraan dalam mengelola pasang surut (fluktuasi) kehidupan.

"Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat." (QS. Al Muzzammil (73) : 5).

• Membaca secara berkelompok akan mendatangkan ketenangan dan rahmat serta syafaat pada hari kiamat (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua: Tadabbur (merenungkan isinya)

• Mentadabburi Al-Quran bisa membuka hati untuk menerima petunjuk Allah SWT dan memperoleh pelajaran yang sangat berharga

"Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran." (QS.Shad (38) : 29).

• Yang membaca Al-Quran tanpa dibarengi dengan tadabbur (merenungkan kandungannya) akan mendatangkan bencana

Ketiga: Hifz (menghafalkan)


• Al-Quran mudah dihafalkan sekalipun yang melakukannya bukan orang Arab (‘ajam), karena kata-katanya, huruf-hurufnya, susunan kalimatnya, uslub (gaya bahasanya) sesuai dengan fithrah manusia.

"Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?.\" (QS. Al Qamar (54) : 17, 22, 23, 40).

• Biasanya, sulit menghafalkan Al-Quran karena banyak melakukan dosa

Imam Syafii mengadu kepada guruku Waki’, atas kejelekan hafalan al-Qurannya. "Maka ia membimbingku agar meninggalkan masiat. Karena ilmu itu cahaya, cahaya Allah tiada akan diberikan kepada yang berdosa, " ujar Imam Syafii.

• Penghafal Al-Quran terhindar dari kepikunan, setelah meninggal jasadnya diharamkan oleh Allah SWT untuk dilukai bumi

• Hafalan Al-Quran akan mengembangkan saraf otak (penelitian di Universitas Munich, Jerman).

Keempat: Ta’lim (mengajarkannya kepada orang lain)

• Generasi yang dekat dengan Allah SWT adalah yang tidak berhenti belajar dan mengajarkan Al-Quran (QS. Ali Imran 3) : 79 )

"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah SWT], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.\"

"Sudahkah kita membaca Alqur'an hari ini?
Berapa kali dalam sebulan kita mengkhatam Al qur'an."
( Khairukum man ta'allamal qur'an wa 'allamah).
SOMEDAY IS TODAY, DO IT NOW OR NEVER

TIPS OF THIS DAY
“Didiklah anakmu dengan 3 perkara: mencintai Allah, mencintai Rasul dan belajar Al-Qur’an” (Al-hadits)