Senin, 27 Juni 2011

Survey MTQ Jatim Ke XXIV di Madiun

Alhamdulillah ... segala puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat & ridhoNya sehingga kami diberi kesempatan menjadi saksi moment special yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Jawa Timur Ke 24 yang diselenggarakan di Kota Madiun tgl 19 s/d 26 Juni 2011.


Sholawat serta salam kami lantunkan kepada junjungan dan panutan kami Nabi Muhammad SAW yang begitu mulia akhlaqnya, yaitu akhlaq Al Qur'an.

Moment MTQ ini sungguh sangat-sangat berharga bagi kami, baik secara pribadi maupun tugas dari Lembaga Tahfidz Al Qur'an (LTQ) Masjid Baiturrozaq CitraLand Surabaya. Tujuan survey ini untuk kebutuhan dalam persiapan Musabaqoh Hifdzil Qur'an (MHQ) di LTQ Masjid Baiturrozaq CitraLand yang insyaAllah akan kami selenggarakan Tgl. 6-7 Romadhon 1432H/ 6-7 Agustus 2011.

Hasil Survey kami berupa Video & Foto, Kami persilahkan bagi yang ingin melihat suasana MTQ tersebut dengan link berikut : Foto Survey MTQ Madiun. Untuk Video akan segera kami upload... don't miss it...

Semoga bermanfaat... Amin... Yaa Robbal Alamin....

Musabaqoh Hifdzil Qur'an (MHQ) 2011 Tingkat Jatim di Masjid Baiturrozaq CitraLand Surabaya

Bahwa kemukjizatan Al-Qur’an yang tak terbantahkan merupakan bukti kebesaran kekuasaan Allah SWT. Keindahan estetika bahasa dan makna yang terkandung di dalamnya baik yang tersurat maupun yang tersirat mampu menembus poros-poros kehidupan manusia dan celah-celah alam semesta. Sehingga tidak heran jikalau Rasulullah SAW selalu mendemonstrasikan dan mensyiarkan keutamaan Al-Qur’an, baik terhadap pembacanya lebih-lebih penghafalnya.
Menghafal Al-Qur’an merupakan tradisi yang tidak hanya berhenti pada fase Rasul dan para Sahabatnya saja, tapi para tabi’in, tabi’it tabi’in dan sampai sekarangpun masih dipertahankan, bahkan banyak dari pesantren-pesantren yang menyediakan tempat khusus bagi para penghafal Al-Qur’an dengan sistem madrasah. Mereka yang telah diberi Maziyah (keistimewaan) oleh Allah sebagai penghafal Al-Qur’an adalah hamba terpilih dalam kasih-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Maka berbahagialah bagi mereka yang menjadi hamba-hamba pilihan-Nya.
Lembaga Tahfidz Al Qur’an (LTQ) Masjid Baiturrozaq CitraLand Surabaya merupakan lembaga yang bernaung di bawah Takmir Masjid Baiturrozaq yang bergerak dalam membentuk dan menghasilkan generasi-generasi penghafal Al Qur’an yang secara bertahap melakukan pengembangan baik sarana maupun prasarana, kegiatan pembelajaran Al Qur’an, dan terobosan-terobosan baru untuk mempromosikan Al Qur’an kepada masyarakat.

Melihat hal tersebut maka pada momentum peringatan Nuzulul Al Qur’an pada Bulan Ramadhan 1432 H/ 2011, LTQ Masjid Baiturrozaq insyaAllah akan menyelenggarakan kegiatan Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ)/ Lomba Hafalan Al Qur’an tingkat Jawa Timur di area Masjid Baiturrozaq CitraLand Surabaya.
Secara umum MHQ ini bertujuan untuk mensyiarkan Al Qur’an dan tradisi menghafal yang sudah dicontohkan oleh Rosululloh Muhammad SAW dan para sahabatnya kepada masyarakat luas khususnya di Jawa Timur. MHQ ini juga bertujuan meningkatkan kualitas huffadh dengan harapan tercipta hafidh-hafidhoh yang hamilil qur’an lafdhan wama’nan wa’amalan.

Bagi LTQ Moment MHQ merupakan media publikasi dan silaturrahim dengan huffadh dan juga professional Al Qur’an untuk pengembangan kedepan dan menjadikannya lembaga yang professional yang berperan dalam pembentukan generasi Qur’ani di kota Surabaya dan sekitarnya. Dengan semangat dan memohon taufiq, inayah dan hidayah Allah SWT semoga MHQ ini bisa berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi umat Islam, khususnya di kota Surabaya dan sekitarnya. Amin Yaa Robbal Alamin…

Bagi Bapak/Ibu yang berkenan untuk membantu acara ini bisa lebih detail membuka Proposal MHQ CitraLand. Berikut juga surat pengantarnya resmi dari lembaga kami. Atas sumbangsih bapak/ibu baik berupa perhatian, dana, kepedulian dan do'a yang diberikan atas suksesnya acara ini, kami menghaturkan Jazakumulloh khoiron katsiro....

Selasa, 22 Maret 2011

Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an

oleh محمد فهري pada 23 Januari 2010 jam 8:10

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:



Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:



1- Bacalah ayat pertama 20 kali:



يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {1}



2- Bacalah ayat kedua 20 kali:



وَءَاتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَتَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا {2}



3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:



وَإِنْ خِفْتُمْ أّلاَّتُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانكِحُوا مَاطَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَآءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّتَعُولُوا {3}



4- Bacalah ayat keempat 20 kali:



وَءَاتُوا النِّسَآءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَىْءٍ مِّنْهُ نَفَسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَّرِيئًا {4}



5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.



6- Bacalah ayat kelima 20 kali:



وَلاَتُؤْتُوا السُّفَهَآءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {5}



7- Bacalah ayat keenam 20 kali:



وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَابَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ ءَانَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَتَأْكُلُوهَآ إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهَدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللهِ حَسِيبًا {6}



8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:



لِّلرِّجَالِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبُُ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا {7}



9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:



وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُوْلُوا الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ فَارْزُقُوهُم مِّنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفًا {8}



10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.



11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.



Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.



- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?



Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.



- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?



Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.



Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.



Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.



- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?



Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.



Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.



- APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?



Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.



Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).



Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:



- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",



- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",



- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",



- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",



- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",



- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",



- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".



Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:



- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,



- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,



- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,



- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,



- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,



- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,



- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".



Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.



- BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?



Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).



- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:



1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.



2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.



3- Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.



4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.



5- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.

Senin, 18 Oktober 2010

Belajar Tahsin yuk !

Kopas dari : aqil banna
Pada suatu kesempatan saya mendengar seorang ustadz memberikan tausiyah mengenai seni membaca Alquran. Berikut petikan perkataan beliau :

"Akhi (saudaraku), tiap-tiap sesuatu memiliki hak yang wajib untuk dipenuhi. Seperti contohnya tubuh kita yang memiliki hak untuk memperoleh makanan, memperoleh istirahat, dan mendapatkan pakaian yang layak. Demikian pula dengan tiap-tiap huruf di dalam Alquran, mereka memiliki hak untuk dilafadzkan secara benar, sehingga Alquran dapat disuarakan dengan indah sesuai dengan yang seharusnya. Karena itulah kita harus belajar untuk dapat memenuhi hak-hak tiap huruf Alquran yang kita baca itu ... "

Sederhana sekali memang nasihat di atas. Ternyata tiap huruf Alquran itu memiliki teknik pengucapan yang spesifik, ini yang biasa kita kenal dengan makhraj. Ini semua harus dipelajari dengan khusus.

Misal, untuk huruf 'h' saja ada yang besar dan kecil dan pengucapannya keduanya sangat-sangat berbeda. Padahal jika dituliskan dlm huruf latin ya cukup huruf "h" saja.

Telah cukup banyak lembaga bimbingan belajar membaca Alquran tersebar. Mereka membimbing kita dari mengenal huruf, membaca indah dan benar (tahsin), hingga pada tingkat tahfidz (menghafal).

Buat kita yang ingin menjadikan Alquran benar2 sebagai imam kita, tidak ada kata terlambat untuk memenuhi hak Alquran untuk dapat dibaca dengan indah dan benar. Caranya ... ya belajar dong. Yuk belajar tahsin :)

berikut saya Lampirkan profil beberapa LEMBAGA TAHSIN/ TAHFIDZ yang ada di wilayah JAKARTA, semoga berguna....




>LEMBAGA TAHFIZH AL QUR’AN AL HIKMAH (Jakarta) < Nama Lembaga : LEMBAGA TAHFIZH AL QUR’AN AL HIKMAH Pendiri Lembaga : KH. Abdul Hasib Hasan, Lc, KH. Abdul Aziz Abdul Ra’uf, Ustadz Sofyan Nur Al Makki Tahun Berdiri : 1992 M Visi : Memasyarakatkan Al Qur’an di tengah Ummat Alamat Lembaga Jalan Bangka II No. 24 Pela Mampang Kota/Kabupaten : Jakarta Selatan Provinsi : DKI Jakarta Kode Pos : 12720 No. Telp/fax : 021-7192173 Jenjang Pendidikan : BBQ, Tahsin, Takhoshshush, Tahfizh, Tafsir >LEMBAGA TAHSIN-TAHFIZH AL QUR’AN KHARISMA RISLAH (Jakarta) < Nama Lembaga : LEMBAGA TAHSIN-TAHFIZH AL QUR’AN KHARISMA RISLAH Pendiri Lembaga : KH. Abdul Khoir Rasyidi, Lc dan Ustadz H. Efendi Anwar, Lc Tahun Berdiri : 1995 M Visi : Sebagai lembaga Al Qur’an yang terdepan dalam menjadikan Al Qur’an sebagai sumber kebahagiaan Ummat Misi :- Memasyarakatkan Rasm Utsmani - Dapat menjawab kebutuhan ummat dalam proses belajar mengajar Al Qur’an Alamat Lembaga Jalan : Jl. Seha II No. 14 Grogol Selatan Kebayoran Lama Kota/Kabupaten : Jakarta Selatan Provinsi : DKI Jakarta No. Telp/fax : 021-99772553 E-Mail : ltq_kr@plasa.com Website : WWW.kharismarisalah.com >LTQ LDK UIN SYAHID JAKARTA < Nama Lembaga : LTQ LDK UIN SYAHID JAKARTA Pendiri Lembaga : Ustadz Muzammil, Ustadz Akmarul Hadi Tahun Berdiri : 2006 M Visi : - Memasyarakatkan Al Qur’an di kampus, disemua kalangan civitas akademik - Membangun Syakhsiyah Qur’aniyah Alamat Lembaga Jalan : Ciputat Kota/Kabupaten : Tanggerang Provinsi : Banten >DARUL QUR’AN AL MUQORROBIN KHUSUS PUTRI (Jakarta) < Nama Lembaga : DARUL QUR’AN AL MUQORROBIN (Khusus Putri) Pendiri Lembaga : Imam Hambali Tahun Berdiri : 2001 M Visi : Mencetak para Hafizhah Al Qur’an yang Imtaq Alamat Lembaga Jl. Bangka VIII C RT. 05/03 Pela Mampang Kota/Kabupaten : Jakarta Selatan Provinsi : DKI Jakarta No. Telp/fax : 08998325925 >LEMBAGA AL QUR’AN AL UTSMANI (Jakarta) < Nama Lembaga : LEMBAGA AL QUR’AN AL UTSMANI Pendiri Lembaga : Ustadz Efendi Anwar, Lc Tahun Berdiri : 1995 M Visi : Menjadi lembaga Tahfizh yang Profesional Alamat Lembaga Jalan Raya Condet Gg. Sawo Kota/Kabupaten : Jakarta Timur Provinsi : DKI Jakarta No. Telp/fax : 021-98100526 Jenjang Pendidikan : Tahsin, Tahfizh Website : www.utsmani.multiply.com >Lembaga Tahfizhul Qur’an ( LTQ ) Jauharul Iman ( jakarta pusat )< Didirikan bulan November 2006 M / 27 Syawwal 1427 H di wilayah Johar Baru Jakarta Pusat. Pimpinan pertama adalah Ustadz. Nana Sumpena, S.Pd.I Al Hafizh ( 2006 – 2007 ). Alamat : Jl. Johar Baru IV Rw 05 Johar Baru Jakarta Pusat Situs web http://jauharuliman.wordpress.com >Lembaga Tahsin/tahfidzhul Qur’an HARAPAN UMAT<
( jakarta Utara )

Program bahasa Arab & tahsin/ tahfid Qur’an.
Alamat : koja, jakarta Utara.

Untuk sementara info lbh jelas bisa menghubungi ana ( aqil El Banna ), karena ane tinggal di jakut dan pernah belajar disini (yayasan Harum ).




Semoga Allah memberi kemudahan untuk saya dan juga anda dalam mempelajari Al Quran, membacanya, memahaminya, mengamalkannya, dan mengajarkannya pada orang lain.

Aamiin

Wallohu a’lam

Kamis, 14 Oktober 2010

Kisah Mbok Raki Penghafal Qur'an “Pemilik” Jasad Utuh Dikubur 28 Tahun

BUKTI kekuasaan Ilahi, jika orang mampu mengahafal seluruh isi Al-Quran, jasadnya akan utuh meski puluhan tahun dikubur Keluarga Mbok Raki, tampak bangga, meski baru saja kuburan ibu dan nenek mereka itu baru saja longsor. Kebanggan mereka itu tercermin dari cerita masa lalu Mbok Raki, yang keluar dari mulut para penerusnya itu.

Setidaknya, cerita tentang kebaikan Mbok Raki itu keluar dari mulut Ponijah, salah satu anaknya yang masih hidup. Ibu delapan anak ini menuturkan bagimana ibunda tercintanya itu menjalani hidup hingga akhir hayatnya. Dia menceritakan sosok Mbok Raki yang sangat tabah menjalani hidup, dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, sementara harus menanggung beban empat anaknya.

Ketabahan Mbok Raki juga diuji saat ia harus mengasuh empat putranya itu sendirian, lantaran sang suami, Maridin, lebih dulu berpulang kepangkuan illahi. “Emak ditinggal bapak meninggal dunia saat kami masih kecil. Sehingga beliau dengan susah payah untuk membesarkan kami,” ungkap Ponijah, yang didampingi saudara kandungnya, Karsih di rumahnya, Dusun Bangunrejo Desa Gondek Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, kemarin.

Karena harus banting tulang sendirian itulah Mbok Raki harus rela menjalani hidup yang serba kekurangan. Bahkan menurut Ponijah, ibu kandungnya tersebut terbiasa tak makan dalam sehari. Hanya secuil ubi ketela yang menjadi ganjalan isi perutnya.

“Karena kami memang tak punya. Dan saking seringnya kami kekurangan makan, Mbok Raki memilihb untuk puasa secara rutin hari Senin dan Kamis,” kenangnya dengan mata berlinang mengenang ibundanya yang meninggal tahun 1980 lalu. Tak hanya kekuranagn makan saja, Mbok Raki juga harus rela berteduk di rumah gedeg yang beratap daun bambu ukuran kecil miliknya itu. Tak jarang, Mbok Raki harus menidurkan putra-putrinya di kolong meja saat hujan turun.

“Rumah kami bocor kalau hujan. Terpaksa kami tidur di kolong meja. Sementara Mbok Raki memilih tidur disebelah kami,” kenangnya. Dengan penghasilan yang jauh dari cukup, Mbok Raki masih saja berpikir tentang pendidikan untuk empat anaknya itu.
Kendati tak sampai jenjang pendidikan yang tinggi, keempat anaknya tersebut sempat mengenyam pendidikan tingkat dasar. “Mbok Raki berpesan, agar anak-anaknya bisa membaca dan menulis. Tidak seperti dia yang sama sekali tak pernah duduk dibangku sekolah,” kenang Karsih lagi.

Meski masalah ekonomi yang melilit keluarga Mbok Raki ini, tak lantas membuatnya lupa dengan kewajibannya sebagai pemeluk agama Islam. Kegiatan ngaji dan kumpulan jamaah tarekat tak pernah ia tinggalkan. Meski harus berjalan puluhan kilo meter menuju jamaah berkumpul di ponpes Rejoso itu. Bahkan hal serupa juga ia ajarkan kepada anak-anaknya. “Jalan kaki, dan biasanya berangkat ngaji sambil membawa makanan seadanya,” timpal Karsih, salah satu anaknya lagi.

Patuhnya Mbok Raki yang saat itu tinggal di Dusun Bangunrejo Desa Gondek Kec Mojowarno ini juga ditampakkan dalam kegiatan ibadah di desanya. Meski jauh dari tempat tinggalnya, Mbok Raki tetap saja melakukan salat jamaah di masjid. Tak langsung pulang, ia selalu menyempatkan untuk ngaji di masjid yang seakan menjadi rumah keduanya itu. Usai dari masjid, ia juga tak lantas meninggalkan aktivitas nganji malamnya dirumah. “Kalau anak-anak sudah tidur, Mbok Raki selalu ngaji sendirian. Dan beliau memang tabah dalam menjalani kehidupan yang serba kekerangan itu,” tutur Karsih, yang memiliki wajah mirip ibunya itu.

Bukan hanya soal ibadah dan mengurus keluarga saja yang patut dicontoh. Dalam keseharian, Mbok Raki menjadi warga yang peduli dengan lingkungannya. Meski dengan kondisi ekonomi yang memperihatinkan, ia tetap saja menyisihkan hartanya untuk beramal. Bahkan setiap anak kecil saat itu, akrab dengan Mbok Raki yang selalu memberikan uang jajan. “Memang tak banyak, Mbok Raki selalu menyisihkan uang Rp5 untuk anak-anak yang tak mampu. Padahal kami juga kekerangan,” timpal Karsih lagi.

Tak hanya itu, beberapa tetangga yang kesulitan makan juga kerap kali ditolong Mbok Raki. Hanya saja lanjut Karsih, ibunya memberikan sesuai dengan kemampuannya yang hanya mengandalkan uang dari seorang buruh tani itu. “Kalau ada tetangga yang butuh, Mbok Raki selalu tak menolak untuk memberikan bantuan. Dia takut jika tak bisa menolong,” katanya.

Mbok Raki juga terkenal dengan sosok yang memiliki kelebihan menyembuhkan beberapa penyakit ringan. Bahkan dilingkungannya, ia menjadi “dukun” spesialis mata dan tengorokan. Bagi warga yang matanya tertimpa butiran pasir atau hewan, tak perlu ke dokter, dan hanya selesai ditangan Mbok Raki. Selain itu, ia juga menjadi bisa menyembuhkan tenggorokan yang tersedak tulang ikan. “Meski sudah ratusan orang yang ditolong, tak satupun uang yang diberikan pasiennya diterima. Memang beliau memiliki jiwa yang penolong,” ungkap Karsih yang juga turut sangat meneteskan air matanya mengenang sang ibu.

Atas segala kebaikan ibunya itu, ia tak kaget jika jasad ibunya itu utuh meski sudah berumur 28 tahun. Ia yakin, jika utuhnya jasad sang ibu, tak luput dari kebaikannya semasa hidup. Selain karena hafal al-quran, jiwa penolong dan kesabarannya juga diwujudkan dengan jasad utuhnya itu.

Hingga diujung usianya yang mencapai 90 tahun itu, Mbok Raki sama sekali tak pernah merepotkan anak-anak dan cucunya. Meski diusianya yang lanjut, ia tetap bisa mandiri menjalani sisa hidupnya. “Saat itu hari Kamis malam. Mbok Raki sempat nyambel dan makan sendiri. Setelah itu tidur hingga hari Jumat siang. Dia meninggal dengan tenag, tanpa diketahui anak-anaknya,” ujar Karsih.

Ia bersyukur, atas ketabahan dan doa ibunya itu, seluruh putra-putri dan cucu-cicit Mbok Raki saat ini telah mendapati hidup yang lebih baik, tak seperti kondisi ekonomi Mbok Raki. “Alhamdulillah, kami semua hidup berkecukupan meski tak berlebihan. Semua berkat doa Mbok Raki yang tak henti-hentinya ditujukan ke kami,” ungkap Karsih bersyukur dan mengakiri cerita panjangnya.(Tritus Julan/Sindo/ism)

"Sudahkah kita membaca Alqur'an hari ini?
Berapa kali dalam sebulan kita mengkhatam Al qur'an."
( Khairukum man ta'allamal qur'an wa 'allamah).
SOMEDAY IS TODAY, DO IT NOW OR NEVER

TIPS OF THIS DAY
“Didiklah anakmu dengan 3 perkara: mencintai Allah, mencintai Rasul dan belajar Al-Qur’an” (Al-hadits)